| No. | No | Desa | Nama Inovasi | Nama Inovator | Tahun Penerapan | Permasalahan | Tujuan | Manfaat | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 1 | Wonocoyo | “AYO CAKRUAN” – Cara Kreatif Urai Permasalahan | M. Farid Hasan | 2.024 | • Minimnya pengetahuan tentang administrasi. • Kurangnya fasilitas dan pendampingan penggunaan teknologi secara berkelanjutan. | 1. Memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk selalu mengedepankan musyawarah mufakat 2. Memberikan kemudahan untuk pelayanan terhadap masyarakat 3. Agar tercipta masyarakat yang harmonis, dan menyenangkan 4. Agar perkembangan perekonomian yang ada di w | ● Pelayanan yang cepat dan efisien ● Masyarakat semakin cinta dan bangga terhadap desa Wonocoyo ● Sektor perekonomian yang makin meningkat ● Memahami tentang regulasi baik administrasi atau keuangan yang ada di desa | |
| 2 | 2 | Ngetal | Digitalisasi Pelayanan Publik | Pemerintah Desa Ngetal | 2.024 | • Sarana dan prasarana yang kurang memadai • Kurangnya penggunaan teknologi oleh Masyarakat | 1. Memberikan kemudahan pelayanan masyarakat 2. Meningkatkan kwalitas dan kwantitas pelayanan masyarakat | ● Efisiensi waktu ● Pelayanan dapat dilaksanakan setiap waktu ● Masyarakat dapat melakukan permohonan layanan online sambil beraktifitas | |
| 3 | 3 | Ngadirenggo | GENDANG GEMILANG (Gerakan Desa Ngadirenggo Menuju Generasi Emas Cemerlang) | Imam Solikhin | 2.025 | • Tingginya angka stunting pada balita di desa akibat kurangnya akses gizi seimbang. • Kurangnya koordinasi antarposyandu sehingga pelayanan kesehatan balita tidak optimal. • Masyarakat kurang sadar akan pentingnya gizi dan kesehatan balita. • Kesiapsiaga | 1. Mempermudah pelayanan posyandu secara terkoordinasi dan efisien. 2. Menurunkan angka stunting pada balita melalui gerakan perbaikan gizi keluarga. 3. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan gizi seimbang. 4. Mewujudkan masyar | ● Pelayanan posyandu lebih cepat dan efisien. ● Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gizi dan kesehatan balita. ● Mendorong keluarga dan masyarakat ikut aktif dalam upaya pencegahan stunting. ● Memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. | |
| 4 | 4 | Pogalan | "MELATI BERSINAR" – Melayani Sepenuh Hati, Bersinergi dan Akuntabel | DEWI SEKARINI | 2.024 | • Minimnya interaksi atau kualitas hubungan masyarakat dengan Pemerintah Desa • Kurangnya komunikasi antara masyarakat dengan Pemerintah Desa sehingga kesetaraan pelayanan masyarakat menjadi kurang | 1. Ketersediaan dan keterjangkauan layanan untuk semua masyarakat tanpa diskriminasi 2. Meningkatkan kualitas pelayanan sepenuh hati, unggul dan responsif 3. Memastikan transparansi pelayanan dalam setiap tindakan 4. Mengikutsertakan partisipasi masyaraka | ● Pelayanan administrasi menjadi lebih efektif dan efisien ● Melalui Program MELATI BERSINAR (Melayani Sepenuh Hati, Bersinergi dan Akuntabel) ini masyarakat diharapkan bisa mendapatkan pemerataan pelayanan dalam meningkatkan kualitas hidup dan kemajuan b | |
| 5 | 5 | Pogalan | "PUSKOMINFO DESA POGALAN" – Media Center antara Pemerintah Desa dengan masyarakat melalui WA Group | CHOIRUL ANWAR | 2.024 | • Pengaruh perkembangan teknologi zaman serba digital • Pengelolaan opini, aspirasi, pengaduan dan informasi serta call center terpadu untuk mendukung kebijakan Pemerintah Desa • E-Literasi (melek TIK) masyarakat dan peran serta dalam pemanfaatan dan peng | 1. Meningkatkan kualitas pelayanan publik 2. Meningkatnya keterbukaan informasi publik 3. Meningkatkan penyelenggaraan pemerintah yang efektif, berkualitas, transparan dan akuntabel 4. Meningkatnya kemampuan masyarakat dalam pemanfaatan IT | ● Terserapnya Informasi penting lebih cepat tersampaikan ke masyarakat ● Kemampuan pemanfaatan IT berbasis media group WA sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat | |
| 6 | 6 | Ngulankulon | "PUSAT PELAYANAN ADUAN ONLINE KEPADA MASYARAKAT DESA NGULANKULON" – Call Center 24jam melalui Whatsa | YUDI SURYANTO | 2.024 | • Kurangnya sarana komunikasi antara masyarakat dan Pemerintah Desa untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, atau curahan hati. • Warga enggan datang langsung ke Balai Desa untuk menyampaikan masalah. • Informasi penting terkait pelayanan publik lambat tersa | 1. Meningkatnya kualitas pelayanan publik 2. Meningkatnya keterbukaan informasi publik 3. Meningkatkan penyelenggaraan pemerintah yang efektif, berkualitas, transparan dan akuntabel | Terserapnya Informasi penting lebih cepat tersampaikan ke masyarakat | |
| 7 | 7 | Ngulankulon | "PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DESA NGULANKULON TERHADAP PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN” | IMAM TURMUDI | 2.024 | • Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan untuk peningkatan PAD Kabupaten Trenggalek yang imbasnya kepada Pemerintahan Desa khususnya di pembangunan infrastruktur. • Kurangnya komunikasi antara masyarakat deng | Mengikutsertakan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait penyelesaian permasalahan Pajak Bumi dan Bangunan yang ada di Desa. | ● Melalui Program ini Pemerintah Desa dapat meningkatkan komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat terkait pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan ● Setelah diadakan Inovasi ini Pemerintah Desa Ngulankulon selalu tepat waktu dalam pelunasan Pajak Bumi dan Ban | |
| 8 | 8 | Bendorejo | "SI TALIMAS (SISTEM DIGITALISASI MASYARAKAT DESA)" – Program Literasi dan Ekonomi Digital untuk Pemu | DIPTA KUSUMA RIYANTO | 2.025 | • Rendahnya literasi digital di kalangan pemuda dan masyarakat desa. • Minimnya pemanfaatan teknologi untuk pengembangan usaha dan pemasaran produk lokal. • Kurangnya fasilitas dan pendampingan penggunaan teknologi secara berkelanjutan. • Kesenjangan info | 1. Meningkatkan literasi digital pemuda dan masyarakat desa. 2. Memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan ekonomi lokal. 3. Menghubungkan potensi desa dengan pasar yang lebih luas. 4. Menciptakan generasi muda desa yang melek teknologi dan kreatif | ● Pemuda memiliki keterampilan digital yang relevan dengan era industri 4.0. ● Produk desa dapat dipasarkan secara nasional dan internasional melalui e-commerce. ● Terbentuknya komunitas kreatif desa yang aktif berinovasi. ● Meningkatnya partisipasi masya | |
| 9 | 9 | Bendorejo | "SI TANI MAS" – Sistem Teknologi dan Inovasi Pemuda dan Masyarakat untuk Smart Agriculture | DIPTA KUSUMA RIYANTO | 2.025 | • Pemakaian pupuk kimia berlebihan merusak tanah • Irigasi manual boros air • Pemuda desa kurang terlibat dalam pertanian • Biaya pupuk & irigasi tinggi Kesenjangan informasi antara desa dan kota akibat akses digital yang terbatas | 1. Meningkatkan produktivitas pertanian 2. Mengurangi ketergantungan pupuk kimia 3. Menghemat air & tenaga kerja 4. Memberdayakan pemuda desa | ● Hasil panen lebih tinggi ● Biaya pupuk & irigasi berkurang ● Tanah lebih sehat ● Pemuda menguasai teknologi pertanian ● Terbentuk unit usaha pupuk cair desa | |
| 10 | 10 | Bendorejo | Upaya Dalam Mengatasi Pernikahan Dini. (Desa Bendorejo) | Samsudin | 2.024 | Kesenjangan informasi yang ada di masyarakat desa, yang berpotensi menimbulkan konflik atau miskomunikasi. | 1. Menurunkan angka pernikahan dini di desa. 2. Meningkatkan kesadaran remaja dan orang tua tentang pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, dan kesiapan mental sebelum menikah. 3. Meningkatkan partisipasi remaja dalam kegiatan produktif dan pelatihan | ● Remaja lebih sadar akan pentingnya melanjutkan pendidikan. ● Kesehatan reproduksi remaja lebih terjaga. ● Peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa. ● Terbangunnya keluarga yang lebih sejahtera, mandiri, dan siap secara mental maupun ekonomi. | |
| 11 | 11 | Gembleb | INFORMASI PELAYANAN TERPADU | HUDARDIRI | 2.024 | Di Desa Gembleb, masyarakat sering menghadapi kesulitan dalam mendapatkan informasi dan layanan terkait pengurusan akta kematian. Hal ini berdampak pada masalah hukum, seperti pembagian harta warisan yang tidak jelas atau terlambat. Pentingnya pemanfaatan | 1. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya akta kematian dan dokumen administrasi terkait. 2. Mempermudah akses informasi dan layanan publik terkait akta kematian. 3. Mengurangi risiko kelalaian atau keterlambatan pengurusan dokumen administr | 1. Memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan layanan akta kematian. 2. Mencegah kelalaian dalam pengurusan dokumen penting, khususnya terkait peralihan hak atas harta warisan. 3. Meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan publik. 4. Memberdaya | |
| 12 | 12 | Gembleb | MEMBANGUN AKHLAK DALAM BEKERJA MENUJU PELAYANAN PRIMA | HUDARDIRI | 2.024 | Pelayanan masyarakat yang prima sangat bergantung pada sikap, etika, dan akhlak para perangkat desa. Saat ini, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Tanpa akhl | 1. Meningkatkan Kualitas Kerja 2. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Harmonis 3. Meningkatkan Reputasi Pemerintah Desa 4. Membantu Membangun Karakter yang Baik. | 1. Meningkatkan Kualitas Kerja 2. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Harmonis 3. Membantu Membangun Karakter yang Baik | |
| 13 | 13 | Ngadirejo | Manajemen Kader | Yuli Astuti | 2.024 | Desa memiliki banyak posyandu yang berdiri sendiri sehingga menimbulkan ketidakterpaduan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kondisi ini menyebabkan pelayanan menjadi tidak efisien, petugas kewalahan, dan masyarakat kesulitan mengakses layanan secara cepat. | 1. Meningkatkan koordinasi antar-kader posyandu di desa. 2. Mempermudah dan mempercepat pelayanan masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita. 3. Menyeimbangkan beban kerja kader posyandu. 4. Meningkatkan kualitas pelayanan posyandu secara keseluruhan. 5. | 1. Mempermudah koordinasi dan manajemen kader. 2. Pelayanan masyarakat lebih cepat dan efisien. 3. Beban kerja kader lebih merata. 4. Meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan posyandu. | |
| 14 | 15 | Ngulanwetan | BEGAL PADI (Bersama Galang Pajak di Desa) | Sutrisno | 2.022 | Sebelum BEGAL PADI diterapkan, pemerintah desa kesulitan memungut Pajak Bumi dan Bangunan karena banyak warga enggan datang ke kantor desa. Sistem pemungutan yang pasif menyebabkan keterlambatan pembayaran, rendahnya kepatuhan, dan penerimaan pajak yang t | Memastikan pelunasan PBB lunas sebelum jatuh tempo serta meningkatkan penerimaan pajak desa. | ● Warga lebih mudah membayar pajak tanpa harus datang ke kantor desa. ● Pemerintah desa memiliki kepastian pendapatan untuk pembangunan. ● Pembangunan desa dapat terlaksana tepat waktu dan lebih merata. | |
| 15 | 16 | Ngulanwetan | Meningkatkan Swadaya Masyarakat di Bidang Gotong Royong | MUDIYANTO | 2.024 | • Rendahnya partisipasi warga dalam kegiatan gotong royong. • Kurangnya koordinasi antara warga dan ketua lingkungan, sehingga kegiatan sosial tidak terstruktur. • Minimnya budaya swadaya masyarakat, menghambat keterlibatan aktif dalam pembangunan desa. | 1. Meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan gotong royong. 2. Membangun budaya swadaya masyarakat yang kuat dan berkelanjutan. 3. Memastikan kegiatan sosial dan pembangunan desa terlaksana secara efektif dan terstruktur. | ● KeseimbanganKebutuhan Lingkungan dengan Masyarakat tercapai ● Warga lebih aktif terlibat dalam pembangunan dan pemeliharaan fasilitas desa. ● Meningkatkan rasa tanggung jawab kolektif dan kebersamaan antarwarga. ● Mengurangi ketergantungan pada dana pem | |
| 16 | 17 | Ngulanwetan | “PENA BERKARAT” (Pelayanan Elektronik Administrasi Berbasis Rakyat Aktif dan Terstruktur) | MISRINI | 2.021 | • Proses surat menyurat manual terlalu rumit dan memakan waktu. • Masyarakat harus datang langsung ke kantor desa atau kecamatan untuk mengurus dokumen. • Biaya dan waktu pengurusan dokumen secara manual lebih tinggi. | 1. Mempermudah pengurusan dokumen kependudukan bagi warga desa. 2. Meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan publik. 3. Mendukung konsep Smart City di tingkat desa. | ● Warga tidak perlu datang ke kantor desa, menghemat waktu dan biaya. ● Proses administrasi lebih cepat, akurat, dan transparan. ● Petugas desa bekerja lebih efisien dan terstruktur. | |
| 17 | 18 | Ngulanwetan | POKJA (Kelompok Kerja) Pertemuan dan Sosialisasi Kegiatan Perhutani Sosial | MULYONO | 2.025 | • Kurangnya pemahaman masyarakat tentang hak, kewajiban, dan prosedur pengelolaan hutan sosial. • Akses jalan dan sarana menuju lokasi penggarapan terbatas, menghambat distribusi pupuk dan sarana produksi. • Koordinasi antaranggota KTH minim, kegiatan pen | 1. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan hutan sosial. 2. Memperkuat koordinasi antaranggota KTH. 3. Memastikan penggarapan hutan legal dan berkelanjutan | ● Warga memperoleh akses resmi terhadap pupuk dan sarana produksi. ● Pendapatan masyarakat meningkat melalui pengelolaan hutan sosial. ● Lingkungan hutan lebih terjaga dan konflik sosial berkurang. ● Bisa menambah UMKM disekitar Kawasan hutan pangkuan Des | |
| 18 | 19 | Kedunglurah | 3M (Mendengarkan, Musyawarah, Menindak lanjuti) | Pemerintah Desa Kedunglurah | 2.024 | Kesenjangan informasi yang ada di masyarakat desa, yang berpotensi menimbulkan konflik atau miskomunikasi. | 1. Meningkatkan keterbukaan informasi antara pemerintah desa dan masyarakat. 2. Menyelesaikan permasalahan masyarakat secara cepat, tepat, dan musyawarah. 3. Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan desa. 4. Menciptakan hubung | ● Meningkatkan kerukunan sosial antarwarga. ● Mengurangi konflik atau miskomunikasi akibat kesenjangan informasi. ● Meningkatkan partisipasi warga dalam pengambilan keputusan desa. ● Membentuk model komunikasi partisipatif yang bisa diterapkan secara berk |
DATA KOLOM
| No. | Indek | Keterangan | Tipe | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 1 | tahun | Tahun | Year | - |
| 2 | no | No | Angka/Numerik | panjang hingga 11 nilai |
| 3 | desa | Desa | Karakter | 55 karakter |
| 4 | nama_inovasi | Nama Inovasi | Karakter | 100 karakter |
| 5 | nama_inovator | Nama Inovator | Karakter | 55 karakter |
| 6 | tahun_penerapan | Tahun Penerapan | Angka/Numerik | panjang hingga 11 nilai |
| 7 | permasalahan | Permasalahan | Karakter | 255 karakter |
| 8 | tujuan | Tujuan | Karakter | 255 karakter |
| 9 | manfaat | Manfaat | Karakter | 255 karakter |
GET DATA
Method: GET
https://satudata.trenggalekkab.go.id/json/850
https://satudata.trenggalekkab.go.id/json/850
| No. | Variabel | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | tahun | Tahun |
Contoh:
https://satudata.trenggalekkab.go.id/json/850?tahun=2026
https://satudata.trenggalekkab.go.id/json/850?tahun=2026